Book Review : Ucok AKA Harahap - Antara Rock, Wanita & Keruntuhan

Lorong Musik dot Com
Dimulai dari ucok kecil di Surabaya, buku ini mengupas perjalanan salah satu rocker legendaris Indonesia, Andalas Datoe Oloan Harahap alias Ucok AKA.

Ia dikenal luas di tahun ’70-an sebagai vokalis grup rock psychedelic/horor AKA bersama gitaris Soenata Tanjung, bassist Arthur Kaunang dan drummer Sjech Abidin. Ia juga sebagai salah satu anggota dari Duo Kribo bersama Achmad Albar.

Dari ayah Batak dan ibu Prancis, Ucok diceritakan lahir dalam keluarga yang sangat berkecukupan. Ayahnya mengelola apotek, dan Ucok remaja dikirim ke sekolah apoteker di Semarang. Kembali ke Surabaya, ia bekerja di apotek ayahnya bersamaan dengan hasrat musiknya yang mulai keluar, sampai lama-lama pekerjaannya keteteran. Sampai akhirnya Band AKA lahir di situ, singkatan dari Apotik Kali Asin.

Dengan album pertama pada 1970, AKA langsung direspons bagus. Hampir setiap tahun berikutnya mereka rutin merilis album. AKA juga cepat dikenal dan banyak dibicarakan masyarakat karena atraksi bahaya Ucok yang nyaris melanggar maut, seperti digantung, dicambuk, dimasukkan ke peti mati, sampai meminum darah segar binatang di atas panggung.

Setelah AKA bubar, Ucok dan istrinya saat itu, Farida, merintis karier di film. Dua-duanya kemudian menjadi bintang film yang laris sampai kejadian demi kejadian tragis masuk ke hidup Ucok, dari berjalan kaki dari Banten ke Banyuwangi, masuk rumah sakit jiwa akibat depresi berat, sampai bolak-balik menikah dengan beberapa perempuan.

Sebagai buku dengan tiap bab yang terdiri dari tiga sampai empat halaman, buku ini enak dibaca dan mengalir dengan asyik. Bahasanya gurih, walau kadang-kadang ada yang terasa bombastis dan berpanjang-panjang.

Sudut pandang dari orang pertama alias Ucok saja di hampir seluruh buku memang bisa menimbulkan perasaan simpati maupun kagum. Bagaimanapun, hidup yang dilalui Ucok memang seru dan dahsyat. Bagusnya, ada bagian ‘Kata Mereka’ supaya kita bisa melihat pandangan lain dari nama-nama yang ada di hidup Ucok.

Dari situ kita bisa melihat sisi lain si rocker horor ini, seperti bagaimana Ucok lemah terhadap perempuan cantik, atau bagaimana Ucok termasuk pelopor musik rock tanah air, seperti kata Remy Sylado.

Yang lumayan mengganggu, di sekujur buku ada cukup banyak kesalahan ketik dan kekeliruan, contohnya roadist untuk roadies, morning signess untuk morning sickness, dan chick yang semestinya chic.

Kisah hidup yang mendetail ini memaparkan naik turun kehidupan Ucok yang drastis dengan gamblang. Kehidupan rocker yang ‘tipikal’ dan klise ada dalam hidup Ucok, seperti dikelilingi groupie, dan kejadian-kejadian aneh bin nyata lainnya. Tapi buku ini juga menunjukkan Ucok yang terus memegang erat keluarga dalam ingatannya, di tengah berbagai peristiwa yang membuat jeri.

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: