Biografi Gribs

Biografi Gribs - Lorong Musik

Biografi Gribs - Grup band glam rock Indonesia yang dibentuk pada 13 Mei 2008. Gribs meluncurkan album perdananya pada 2009 dengan menggunakan nama band mereka, "GRIBS" beserta kepanjangannya: "Gondrong Kribo Bersaudara" sebagai judul album. 

Nama Gribs mulai mereka sandang secara resmi pada 13 Mei 2008. Namun sebetulnya kuartet rock ini justru telah berikhtiar menegakkan band ini sejak tahun 2005.

Awalnya personel Gribs terdiri atas Rezanov (vokal), Dion Blues (gitar), Arief Tri Satya (bass) dan Rashta (drum). Keempat bersahabat dan memiliki ikatan persaudaraan ini memang menggandrungi genre musik rock terutama kekaguman mereka terhadap band band rock yang mengandalkan kepiawaian bermain musik. Kini formasi terbaru GRIBS adalah Rezanov (Vokal), Eben Andreas (Gitar), Hugo Singarimbun (Bass), dan Gaharaiden Soetansyah (Drum). 

Genre musik mereka adalah Hardrock dengan referensi musik mengacu pada band-band rock 1980-an seperti Dokken, RATT, Motley Crue, hingga Poison. Pada era itu band-band rock tersebut berdandan glamor dengan kostum meriah, gerombolan laki-laki berambut panjang itu tak lupa mengoleskan gincu di bibir mereka sehingga muncullah istilah Glam, yang juga identik dengan band GRIBS yang selalu tampil glamor, baik dalam dandanan maupun aksi panggung. Dengan dandanan meriah, bahkan wah, GRIBS di atas panggung selalu tampil energik, gelisah, liar, nakal, dan menghibur. Tak jarang mereka menggunakan kembang api asap untuk memeriahkan suasana dan memuaskan para penggemarnya.

Jadi tak heran bila Rezanov menyebut sosok Robert Plant, Sebastian Bach, Minoru Nihara, Bon Scott serta Achmad Albar, sebagai deretan penyanyi yang mempengaruhi dan membentuk karakter vokalnya yang liar, melengking dan mempesona.

Gitaris Dion Blues malah mengaku mengagumi gitaris John Frusciante dari Red Hot Chili Peppers dan Paul Gilbert dari Mr Big.

Pencabik bass Arief mengidolakan bassist legendaris Led Zeppelin, John Paul Jones, Sting, Flea (bassist Red Hot Chilli Peppers), Geddy Lee (bassist Rush) dan bassist jazz rock Jeff Berlin.

Lalu drummer Rashta mengaku tersihir oleh permainan drum John Bonham (Led Zeppelin), Tommy Lee (Motley Crue) dan Mike Portnoy (Dream Theater).

Dari sederet pemusik yang menjadi bayang pengaruh Gribs dalam bermusik, sebetulnya secara sederhana kita telah bisa mereka-reka seperti apa warna musik yang dijejalkan oleh kelompok Gribs ini yang telah tampil dalam beberapa pentas rock seperti “Jakarta Rock Parade” (2008) maupun “Java Rockin’ Land” (2009).

Rasanya belakangan ini amat jarang band band berjubah rock yang tampil dalam industri musik negeri ini. Namun ditengah paceklik grup rock muncullah band baru dengan langkah gagah. Kenalkan Gribs yang merupakan akronim dari Gondrong Kribo Bersaudara.

Rasanya sudah lama kita tak tersentak dengan dentuman bass dan drum yang hiperkinetik, juga raungan gitar elektrik yang berpadu dengan lengkingan penyanyi rock sejati. Tapi kerinduan semacam itu seolah pupus dengan pemunculan Gribs.

Setidaknya membuat kita seolah terlontar ke era 80-an, di saat band band seperti Van Halen, Alcatrazz, Skid Row, Quiet Riot, Giuffria, Dokken, Motley Crue, Guns N’Roses hingga Bon Jovi tengah merengkuh kejayaan. Atau setidaknya di Indonesia di era yang sama tengah juga tengah berkibar grup grup rock seperti Grass Rock, Kaisar, Andromeda, Rolland, El Pamas, Roxx hingga EdanE.

Dan jika menyimak album debut Gribs yang berisikan 13 lagu ini rasanya siapapun yang menyimak pastilah mahfum bahwa Gribs tak syak lagi merupakan band yang ingin menyatukan kembali serpihan serpihan gaung rock era 80-an yang saat itu menyeruak dengan terminologi seperti hair band maupun glam-rock.

Selain menampilkan kualitas rock yang mumpuni, musik Gribs pun menjadi setara dengan pola penulisan lirik dengan tema tema yang beragam.

Mulai dari persoalan lingkungan yang kian kritis, romansa maupun yang berbau kritik sosial. Terlihat jelas bahwa Gribs memiliki perhatian lebih pula terhadap kekuatan lirik. Bahwa bagi Gribs sendiri, divisi lirik sebetulnya bukanlah sekedar penempelan deretan kata tanpa asumsi pada notasi musikal. Melainkan justru menjadi semacam kesatuan yang bersenyawa, yang tak bisa dipisahkan. Sebuah simbiose mutualisme nan padu. 

Anggota Band:
  • Rezanov [Vocal]
  • Eben Andreas [Guitar]
  • Hugo [Bass]
  • Gaharaiden [Drum]

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: