Album Review: Mastodon - Emperor Of Sand


Ulasan Album - Emperor of Sand memastikan posisi Mastodon tetap pada titik yang mereka capai pada The Hunter (2011) dan Once More ‘Round The Sun (2014); band yang sedang berusaha melampaui jejak sound mereka sendiri. Usai melalui periode panjang mengkodifikasi identitas musik mereka (Album Remission tahun 2002 hingga Crack the Skye tahun 2009), setelahnya Mastodon berupaya keras melampaui identitas yang mereka bangun.

Album ketujuh Mastodon ini meneruskan usaha tersebut dengan album konsep tentang seorang pria terkutuk yang mengelilingi sebuah gurun. Pria tersebut juga mencoba berkomunikasi lewat telepati dengan suku-suku Afrika dan Amerika, berharap mereka bisa membantunya menurunkan hujan.

Konsep tersebut merupakan representasi dari tragedi nyata yang dialami keluarga Bill Kelliher (gitar), yang harus kehilangan ibunya karena kanker otak pada bulan September lalu. Materi-materi Emperor of Sand berasal dari sesi jamming untuk membantu Kelliher melewati masa dukanya. Menerjemahkan tragedi kehidupan nyata para personel ke dalam bentuk album merupakan modus operandi khas Mastodon (lihat album Crack the Skye dan The Hunter).

Emperor of Sand juga melanjutkan modus Mastodon lain, yaitu mencoba mengendalikan kekuatan tinggi dengan nuansa bersenang-senang. Riuhnya sayatan solo gitar dan beberapa komposisi berteknik tinggi kembali mendominasi sound Mastodon. Walaupun harga tersebut harus dibayar dengan tidak maksimalnya peran Brann Dailor (drum/vokal), baik sebagai drummer atau vokalis latar, karena ia harus kerap berada di ‘latar’.

Album yang diproduseri Brendan O’Brien (Crack the Skye) ini menggabungkan konsep lirik yang tinggi, vokal melodik bersahutan, riff-solo gitar nan perkasa, dan sound berat-tapi-cerah, senada dengan hematnya komposisi The Hunter serta Once More ‘Round the Sun. Hasilnya adalah refrain catchy dan materi bertenaga, yang sayangnya masih belum melampaui identitas Mastodon.

Namun, Emperor of Sand tidaklah buruk, Mastodon berhasil menulis lagu-lagu apik. Mereka juga mencoba lepas dari cetak biru rock populer yang coba diterapkan di Once More ‘Round the Sun. Musikalitas dan skill tingkat tinggi juga kembali hadir di album ini; dua elemen yang pernah membuat Mastodon secara de facto sebagai raja metal medio 2000-an. Duo gitaris Mastodon, Hinds dan Kelliher, berhasil menambahkan elemen dinamis pada kesederhaan komposisi lagu-lagu Emperor of Sand.

Emperor of Sand adalah batas terjauh identitas musik dan sound Mastodon. Langkah berikutnya bagi band asal Atlanta ini adalah dua kemungkinan: mengulang-memperbaiki hal-hal yang lalu, atau terus mencoba melampaui identitas musik dan sound mereka hingga berhasil membentuk identitas baru. Emperor of Sand adalah campuran dari sound terdahulu dan usaha melangkah ke arah rock bertenaga tinggi yang mereka incar selama ini.

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: