Biografi Soulvibe

Biografi Soulvibe - Lorong Musik

Biografi Soulvibe - Soulvibe (Sounds of Universal Love; Various Instrument Behavior) secara resmi berdiri pada 28 Maret 2005, merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2005. Grup musik ini beranggotakan 3 orang yaitu Bayu Adiputra Imran (vokal), Ramadhan Handyanto Jiwatama (bass), Mohamad Caesar Rizal (drum).

Berbicara mengenai neo-soul dan R&B, Soulvibe masuk dalam jajaran itu. Band yang dimotori oleh Rizqi Rizaldi (vokal), Bayu Adiputra (vokal), Ramadhan Handy (bass), Frans Martatko (keyboard), Andika Winasis (gitar), Caesar Rizal (drums), dan Ario Seto(synthesizer) ini percaya bahwa musik mereka bisa bersaing di tengah merebaknya musik pop dan lainnya.

Berawal dari pertemanan saat SMA pada 2003, mereka yang merasa satu visi dan misi membentuk grup ini. Awalnya Bayu mengonsep bersama Handy, dan soal lirik dan musik dikerjakan bersama-sama.

Album perdana mereka yang dirilis Gowa Music berisi 11 lagu dengan single andalan Arti Hadirmu. Sementara single mereka yang lain Terang Jiwajuga telah diudarakan di sejumlah stasiun radio di pertengahan September 2007 sebagai lagu berlirik religius.

Sedangkan untuk konser, Soulvibecukup punya banyak pengalaman. Ajang Java Jazz bukan hal baru untuk mereka. Pada 2006 mereka beraksi di atas panggung festival jazz terbesar di dunia tersebut. Setelah itu tampil lagi di Jazz Goes to Campus FE UI pada 2006, dan di Java Jazz 2007.

Soulvibe adalah grup band yang berangkat dari panggung ke panggung. Beberapa ajang bergengsi yang pernah diikuti antara lain Jazz Goes to Campuss, Java Jazz, dan Prom Nite SMU. Penampilan Soulvibe pada acara peluncuran album itu menunjukkan bahwa mereka adalah grup band panggung, bukan sekadar band rekaman.

Duo vokalis, yakni Rizqi Rizaldi, 22 tahun dan Bayu Adiputra (22), mampu memikat pengunjung dengan aksi panggung dan tarikan suaranya. Adapun personel lainnya memainkan porsinya dengan baik. Mereka adalah Ramadhan Handy (bas), Frans Martatko (keyboard), Adhika Winasis (gitar), Muhammad Caesar Rizal (drum), dan Adrianto Ario Seto (synthesizer). “Mereka masih muda dan rata-rata masih kuliah,” kata salah seorang produser dari Gowa Music, Rayendra Sunito.

Dalam album yang dinamai sesuai dengan nama bandnya, Soulvibe, anak-anak muda ini menyuguhkan 11 lagu yang memiliki berbagai warna. Namun, tema utama tetap kisah kasih dan persoalan putus cinta. Layaknya grup pop lainnya, mereka menghadirkan lirik-lirik yang puitis. Namun, bedanya, suasana putus cinta dinyanyikan dalam alunan yang nge-beat, seperti dalam lagu Masih. “Kalau patah hati kan tidak harus sedih. Kami mengemasnya dengan energetik,” kata Ramadhan Handy.

Keinginan untuk melangkah maju dijalani dengan mantap. Soulvibe berniat go international. Dan pada 5 Maret 2010, keinginan itu sudah terwujud. Walaupun main di tanah air, tapi kans Java Jazz sudah melambung di manca negara.

Tahun 2010 Soulvibe merilis album ketiganya yang berjudul ANTARTIKA. Dalam album ini mereka mengusung beberapa single andalan yaitu Antartika dan Berlian.

Bertepatan dengan gelaran konser tunggal di ulang tahun band Soulvibe yang ke-8, mereka juga merilis album bertajuk Gravitasi. Ini menjadi album ketiga mereka setelah Self Titled dan Antartika.

Pemilihan kata Gravitasi sendiri diharapkan menjadi daya tarik bagi para pencinta musik Indonesia. Hal itu diutarakan sang vokalis, Bayu saat jumpa pers jelang konser tunggal di gedung Perfilman H Umar Ismail (PPHUI) Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/3)

"Sebenarnya Gravitasi mempunyai filosofi yang berbau keinginan. Makanya, di album ketiga ini kami berharap bisa menjadi daya tarik bagi pencinta musik Indonesia untuk mendengarkan album ketiga Soulvibe," jelas Bayu.

Album yang berisikan 10 lagu itu diyakini dapat membawa band Soulvibe ke titik yang lebih tinggi lagi di belantika musik Indonesia.

Adapun kesepuluh lagu tersebut adalah Gravitasi, Cinta Tak Butuh Alasan, Syalala, Will You Be, Gerangan Cinta, Cinta Sejati, Lama-Lama Kubisa, At Least Today, Dilema, dan Sebuah Jawaban. 

Ditinggal empat personel nyatanya tak membuat karier grup pop bernuansa r&b, Soulvibe, redup. Dengan tiga sisa personel, yaitu Bayu Adiputra Imran (vokalis), Mohamad Caesar Riza (drummer), dan Ramadhan Handyanto Jiwatama (bassist), justru membuktikan bahwa Soulvibe tetap mampu berkarya. Pembuktian itu mereka hadirkan lewat album terbaru, Bersinar.

"Dulu ada tujuh kepala. Mengeluarkan aspirasi bertiga lebih memudahkan menyamakan frekuensi, jadinya lebih maksimal. Juga menentukan player yang isi instrumen dan lainnya " kata Bayu dalam jumpa pers peluncuran Bersinar di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2016).

Album Bersinar rilis tiga setengah tahun setelah Soulvibe merilis Gravitasi pada tahun 2012. Bersinar berisi 11 lagu. Menandai perjalanan Soulvibe selama 11 tahun.

Secara garis besar, ciri musikalitas Soulvibe yang energik tetap terasa di album ini. Mereka menyebut Bersinar mengusung nuansa musik akhir 80-an dan awal 90-an.

Dalam album perdana Soulvibe bersama perusahaan rekaman Sony Music Indonesia Entertainment ini, mereka menggandeng rapper Iwa K dalam singel berjudul Malam Ini.

Soulvibe merupakan grup musik yang pernah dihuni Iga Massardi yang saat ini dikenal sebagai penggagas grup musik Barasuara.

Selain itu, penyanyi solo Abenk Alter pernah menjadi bagian dari grup yang kerap dimaknai The Sound of Universal Love contains Various Instrument Behaviors (SOULVIBE) ini.

Anggota Band:
  • Bayu Adiputra Imran [Vocal]
  • Ramadhan Handyanto Jiwatama [Bass]
  • Mohamad Caesar Rizal [Drum]

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: