Biografi Morfem

Biografi Morfem - Lorong Musik

Biografi Morfem - Grup musik Indie Rock Indonesia asal Jakarta yang terbentuk pada tanggal 1 Mei 2009 ini mulanya di gagas Jimi Multhazam (vokal) dan Pandu Fuzztoni (gitar) bersama Freddie A Warnerin (drum) dan Bramasta J sasongko (bass).

Bermula dari sebuah acara bernama Tribute To 90’s Shoegaze. Yang di adakan di Prost Beer House Kemang (RIP). 4 April 2009. Bukan, Morfem tidak main di sana. Pandu dan Freddie tampil bersama Damascus. Mengcover Swervedriver. Jimi hadir di sana untuk menonton Denial yang menyamarkan namanya menjadi Negative Lovers. Mereka mengcover Jesus and Mary Chain. Ketika Negative Lovers naik pentas, Jimi, Pandu dan Freddie berjumpa di moshpit ketika berstage dive. Lagu Jesus and Mary Chain, April Skies lah yang mempertemukan mereka di atas kepala-kepala penonton shoegaze Jakarta yang gundah karena kegalauannya terganggu ulah ugal-ugalan mereka. Sepulang dari acara tersebut. Jimi mengontak Freddie dan Pandu untuk membentuk sebuah band.

Setelah band terbentuk, nama gak boleh di lupakan. Pemilihan nama band pun termasuk susah-susah mudah. Pertimbangan pertama dari Jimi. Nama band harus memiliki konfigurasi fonts yang keren. Di aplikasikan ke poster apa saja bisa masuk. Syukur-syukur punya arti yang filosofis.

Beberapa nama sempat di diskusikan Jimi ke Pandu. Dari Zig Zag Crew. Sampai memakai nama band lama Jimi, Morvoids. Namun gak ada satu nama pun yang berkenan di Pandu. Karena Jimi kadung jatuh hati dengan nama temuannya, Morvoids. Maka di putuskan mencari nama dengan awalan kata MOR. Spontan otak Jimi langsung berputar ke zaman dia masih duduk di bangku SMP. Dan kata yang selalu menggangu fikirannya ketika belajar kata bahasa Indonesia adalah MORFEM! Setelah di tanya ke Pandu (yang kebetulan anak sastra Inggris, Dharma persada) apa arti Morfem. Satuan linguistik dari kata yang tak bisa di pisahkan. Di googling match. Di Googling lagi, adakah band dengan nama Morfem di dunia? Ternyata tidak ada. Yak fixed. Kita gunakan Morfem sebagai nama band.

Pada tahun 2011 sebuah album penuh berjudul "Indonesia" dan mini album berjudul unik "Seka Ingusmu!" di rilis. Album penuh pertama MORFEM, Indonesia berhasil mencuri perhatian dan di nobatkan sebagai: Album Favorit 2011 Versi Jakarta Globe, Album Terbaik 2011 Versi Trax Magazine, Album Terbaik 2011 Versi Majalah Rollingstone Indonesia (Peringkat 4), Lagu Indonesia Terbaik 2011 / Gadis Suku Pedalaman (Peringkat 3) dan Nominasi Album terbaik 2011 versi Majalah Tempo. Bahkan salah satu dari 3 video klip mereka yang berjudul Pilih Sidang Atau Berdamai di nobatkan menjadi video klip terbaik (peringkat 1) oleh majalah Rollingstone Indonesia

Sedangakan mini album mereka Seka Ingusmu! Di rilis secara gratis di dunia maya. Dalam waktu 3 jam. Dan berhasil di download oleh sekitar 5000 fans mereka. Setelah di buka selama 3 jam, link mini album inipun di tutup dan hilang dari dunia maya.

Album kedua dari Morfem akhirnya resmi di rilis pada 24 Maret lalu ditandai dengan showcase Morfem di (at)demajors Gandaria. Album yang diproduseri langsung oleh kedua personil Morfem, Jimi Multhazam dan Pandu Fuzztoni ini memilih lagu 180 derajat sebagai single dari Hey,makan tuh Gitar!,180 Derajat dianggap mewakili sound Morfem di album ke-2 secara keseluruhan.

Judul Hey, Makan Tuh Gitar! sendiri diambil dari penggalan lirik lagu Seka ingusmu! karena di anggap paling mewakili warna sound album ini yg raw dan fuzzy. Walaupun punya benang merah yang khas, album terbaru mereka ini berisi 11 track yang menghadirkan nuansa berbeda di setiap lagunya. 

Band asal Jakarta ini menyebutkan nama-nama seperti Bob Dylan, Lou Reed, The Velvet Underground, Iggy Pop, The Stooges, Iggy And the Stooges, Modern Lovers, Jonathan Richman, The Vaselines, Rat Cat, The Upstairs, The Porno, the jesus And Mary Chain, Sonic Youth, The Breeders, Nirvana, Ride, sampai Stone Roses, sebagai influence bermusik mereka.

Nama Morfem saat ini emang udah mulai sering menghiasi gig-gig lokal di Jakarta. Band yang personilnya merupakan gabungan dari personil-personil the Upstairs, The Porno, JARB dan Nervous Breakdown, ini memainkan musik campuran dari noise rock, pop, sampai folk.

Melalui paduan gitar berlapis ala Jesus and the Mary Chain, seksi ritem yang padat dan megah serta lirik berbahasa Indonesia yang cedas dan deskriptif, musik Morfem terdengar sangat menyegarkan. Morfem bisa disebut sebagai salah satu jejak band-band lokal yang mulai menatap 90's alternative sounds.

Pada November 2016 Morfem merilis album ke-tiga, bertajuk Dramaturgi Underground. Pesta peluncuran diadakan bertepatan dengan acara musik reguler Thursday Noise vol.9 di Eco Bar, Kemang, Jakarta Selatan. Menurut Jimi, album Dramaturgi Underground merupakan penantian Morfem selama tiga tahun. Selama itu pula Morfem mengalami berbagai persoalan, termasuk konflik internal.

Anggota Band:
  • Jimi [Vocal]
  • Pandu [Guitar]
  • Freddie [Drums]
  • Yusak [Bass]

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: