Biografi NTRL

Biografi NTRL (Netral) - Lorong Musik

Biografi NTRL - Grup musik Indonesia asal Jakarta yang sebelumnya bernama Netral, NTRL bergenre Rock alternatif dan dibentuk pada bulan November tahun 1991 dari hasil persahabatan di SMA Negeri 55 dan 60 Jakarta ini hanya memainkan musik yang benar-benar murni keluar dari hati Nurani mereka sendiri. Sesuai dengan Definisi Musik yang kita kenal.

Awal kemunculan kelompok ini ialah pada klip video berjudul Wa..lah di stasiun televisi MTV Indonesia yang saat itu masih kerja sama dengan ANTV. Tembang ini merupakan andalan album perdana yang dijadikan klip video pada era rock alternatif sedang berjaya pada 1990-an.

Saat dibentuk, kelompok ini terdiri dari tiga personel, yaitu Bagus Dhanar Dhana (Bagus) - vokal dan bassis, Gabriel Bimo Sulaksono (Bimo) - drummer, Ricky Dayandani (Miten) - gitaris. Dari perjalanan dekade 90-an tersebut saat ini hanya menyisakan Bagus sebagai pendiri yang bertahan. Posisi penabuh dan gitaris telah digantikan oleh Eno Gitara Ryanto (Eno) dan Christopher Bollemeyer (Coki). Sama halnya dengan label, dari label arus utama, sekarang mereka berdiri dengan bendera sendiri bernama Kancut Records.

Mulanya, mereka memainkan musik-musik dari luar negeri seperti Nirvana, Testament, Jimi Hendrix, Alice in chain, Metallica, dan lain-lain. Juga sering mengisi acara-acara di SMA-SMA maupun Universitas-Universitas di Jabotabek.

Banyaknya pementasan yang dilakukan membuat Netral semakin dewasa dalam penampilan. Sehingga mereka mulai memikirkan untuk membuat album sendiri. Pada tahun 1994, dengan melalui perjuangan yang tidak ringan, Netral akhirnya mendapatkan produser untuk album perdananya. Dibawah naungan PT. Indosemar Sakti, Netral merilis album "Wa…Lah", dan berhasil menjual lebih dari 80.000 unit kaset dan Compact Disc dari album perdana ini.

Album kedua Netral berjudul "Tidak Enak" dirilis pada tanggal 30 Juli 1996 dan koferensi pers di Jazz Rock Café Jakarta dihadiri hampir seluruh rekan pers di Jakarta dan rekan pers dari daerah lainnya. Album kedua Netral berjudul "Tidak Enak", memang berkesan tidak enak, tetapi bila diamati ada keseriusan dan kepedulian dalam musik Netral sehingga menimbulkan suatu daya tarik bagi yang mendengarnya. Dengan lagu Bobo, boring day, dan desaku album kedua ini tidak kalah angka penjualannya dengan album pertama.

Band ini semakin dikenal banyak orang sehingga ketika band asing seperti Foo Fighters, Sonic Youth, dan Beastie Boys hadir di Indonesia pada acara Jakarta Pop Alternatif Music Festival, Netral diminta untuk menjadi pendamping band mereka. Tercatat lebih dari 50.000 orang menyaksikan pementasan Netral.

Tidak hanya sukses di pementasan, namun sukses Netral juga diikuti dengan masuknya Netral dalam nominasi BASF AWARD untuk kategori pendatang baru terbaik dari group Rock terbaik.

Pada tanggal 16 januari 1998, Netral mengeluarkan album ketiga dengan judul "Album Minggu Ini" dan berlangsung menggelar tour ke-24 kota di Sumatera dan Jawa. Dengan klip video Pucat Pedih Serang buatan Rizal Mantovani, membuat penjualan album ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu pertama. Angka ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu lain yang sangat disukai pasar seperti lagu Kau, Selamat Datang, dan Dukun Kebo Ijo. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album ini lebih mudah didengar, dengan harapan mampu menyerap pasar yang lebih luas.

Pada bulan Juli 1998, Bimo menyatakan ingin keluar karena mau mencoba warna musik baru. Walaupun berat hati namun akhirnya Netral harus melepas Bimo. Masa-masa tanpa Bimo harus dilewati dengan Additional Drummer untuk mengisi jadwal pementasan.

Beberapa Additional Drummer yang pernah membantu Netral, adalah: Hengky (Kindern), Toni Traxx (Kaktus) dan Eno (Djakarta). Atas desakkan produser, Netral harus segera mencari Drummer tetap untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Bimo, maka setelah mempertimbangkan banyak hal, diputuskan untuk mengajak Eno sebagai Drummer tetap Netral. Maka terhitung sejak 26 Maret 1999, Eno menerima tawaran Netral dan resmi menggantikan Bimo.

Bersama Eno, akhirnya Netral dapat merilis album keempatnya yang berjudul "Paten" pada tanggal 9 Juni 1999. Dengan didukung Additional Musician seperti Ahmad Dhani dan Dessy Fitri, hits Netral yang berjudul "Nurani" dipercaya dapat menaikkan angka penjualan album diatas 150.000 unit. Apalagi di album ini masih ada materi-materi seperti Babi, 98, & Pecah Belah, Yang Enerjik, mudah dipahami dan dapat mewakili suara-suara anak muda yang selama ini kurang didengar.Sound Guitar yang unik dan pukulan Drum Eno yang dinamis menjadikan album ini lebih matang dari album-album sebelumnya.

Pada bulan Juli 1999 dengan bantuan sutradara Dimas Djayadiningrat video klip nurani menjadi juara video musik Indonesia untuk bulan Juli 1999/2000. Pada bulan Agustus – September netral melakukan tour di beberapa kota di jawa – bali termasuk bisa main di centerstage di Hard rock hotel Bali yang biasanya diisi oleh musik-musik yang easy listening.

Akhir bulan November Miten mengundurkan diri dari netral setelah beberapa kali absen di setiap kegiatan. Pada bulan Desember 1999 Miten berpamitan untuk berangkat ke Amerika meneruskan sekolahnya.

Setelah Miten mengundurkan diri, dan sementara posisinya diisi oleh beberapa additional, yang antara lainnya adalah Damar ( kakak kandung Miten), Apoy ( Denny Iskandar), Denny Chasmala dan Taras. Secara bergantian mereka membantu netral untuk konser, rekaman atau kegiatan lainnya.

Pada bulan Mei 2000 netral menyelesaikan rekamannya untuk "Album Is The Best" yang materinya 12 lagu kumpulan dari album pertama hingga keempat dan ditambah dua lagu baru yang berjudul Cahaya bulan, dan Warna Biru. Total jumlah keseluruhan lagu dalam album ini adalah 14 lagu. Untuk lebih menarik lagi judul album ini di plesetkan menjadi Netral is the best. Dan akhirnya pada bulan Juni 2000 kaset dan Compact Disc album ini dirilis oleh PT. Indo Semar Sakti selaku produser netral.

Pada Tahun 2001, dengan 2 orang personil aja netral merilis album ke V dengan judul "Oke Deh" dengan hits singlenya Bertarung. Album ini berisikan lagu-lagu terbaru karya Eno dan Bagus serta dibantu oleh beberapa additional gitar.

Tahun 2003, Netral mendapat satu personil baru untuk posisi gitar yaitu Coki, setelah melalui audisi yang panjang dan beberapa kali ikut sebagai additional gitar di beberapa konser musik bersama netral, maka akhirnya coki resmi menjadi anggota netral.

Di tahun yang sama, netral merilis album terbaru bertitel "Kancut" dengan single pertamanya yang berjudul "I Love You". Album ini cukup sukses dan merebut perhatian anak-anak muda karena materi album ini cukup fresh, dan unik namun memiliki ciri khas netral yang kental. Pada akhir tahun 2003, Netral mengeluarkan klip keduanya berjudul "Namanya Juga Netral". Lagu yang sedikit berbau bossas ini disertai lirik yang lucu dan tetap diakhiri dengan beat ala netral yang kencang dan powerful, menjadikan lagu ini menjadi sesuatu yang baru dan unik bagi pasar musik Indonesia.

Tanggal 7 Februari 2005, netral merilis album ke VII, dengan materi 7 lagu dan hanya dicetak 7000 keping DVD saja, netral bermaksud agar album ini menjadi persembahan yang special bagi para pecinta musik netral. Karena album ini hanya dicetak terbatas. Dengan menjadi produser album sendiri dengan nama "Kancut Record", netral merilis album "Hitam", dengan single pertamanya "Haru Biru". Album ini hanya dijual melalui fans club netral, melalui distro dan melalui MTV trax, dengan disertai bonus DVD berisi film tentang pembuatan album ini. Maka menjadikan album ini sesuatu yang special dan mungkin baru pertama di Indonesia.

Pada Bulan Juni 2005, netral merilis album ke 8 yang berjudul "Putih". Atas desakkan para penggemar netral, maka album ini dirilis secara nasional dengan bekerja sama dengan Alfa Records sebagai distributor, maka album putih ini bisa diperoleh di semua toko kaset. Album ini menghasilkan banyak single seperti "Terbang Tenggelam", "Sorri", "Di Pantai Di Kala Rembulan", "Super Hero" dan "Terompet Iblis". Album putih ini cukup sukses dalam penjualannya yang tidak kurang dari 100 ribu keping kaset terjual di seluruh Indonesia. Belum lagi jadwal konser yang padat selama 1 tahun penuh, membuat album Putih ini cukup sukses.

Setelah absen selama 3 (tiga) tahun dari pembuatan album dan hingar bingar musik tanah air, Netral, band yang memiliki personil Om Bagus (Vokal & Bas), Den Coki (Vokal & Gitar), dan Bang Eno (Drum), kembali melakukan gebrakan dengan merilis album mereka ke-11 yang mereka beri judul "Unity".

Kata "Unity" di pilih untuk menunjukkan bahwa band yang sempat diisukan bubar ini masih Tetap Bersatu. Lewat single pertama yang berjudul "Dia", Netral kembali menyapa para Netralizer (sapaan fans Netral) di seluruh Indonesia dengan pilihan lirik yang simpel menggunakan bahasa keseharian yang santai.

Single "Dia" menceritakan tentang apa yang terjadi dengan musik Indonesia dalam situasi yang sedang dilanda ke'galau'an. Dengan balutan nuansa musik yang segar dan ceria, single "Dia" sangat easy listening dan tetap gurih bahkan bagi telinga orang awam sekalipun. Single ini nantinya akan dapat dinikmati dalam bentuk RBT dan Full Track download selain tentunya fisik album beserta 12 lagu lainnya.

Netral yang kini bergabung dengan Label dan Artis Management Seven Stars Entertaintment diharapkan akan semakin dapat di terima secara lebih luas melebihi performa di album-album mereka sebelumnya. Sementara itu, proses penggarapan video klip mereka yang dijadwalkan awal bulan April, akan secara paralel dengan peluncuran Album mereka.

Pada tahun 2015 lahirlah sebuah konsep baru dari Netral. Band yang terdiri atas Christopher Bollemeyer alias Coki, Eno Gitara Ryanto dan Bagus Dhanar Dhana itu kini mengubah nama Netral jadi NTRL. Sebagai perayaan sekaligus perkenalan ulang NTRL, mereka merilis singel Sakit Jiwa. Sebuah lagu yang menunjukkan bahwa usia para personel tidak menghentikan mereka untuk ugal-ugalan.
Sakit Jiwa dirilis dalam format digital dan dijual melalui toko musik maya iTunes. Lagu kencang yang akan masuk dalam album NTRL mendatang yang berjudul 11/12. Sekaligus jadi pembuktian ucapan Coki beberapa bulan lalu soal konsep baru NTRL yang menambah kadar bising dalam musik mereka.

Kini musikalitas yang disajikan oleh NTRL sendiri lebih ngebut daripada yang sebelumnya. Mereka terdengar lebih sangar dan cenderung brutal. Terbukti di single "Sakit Jiwa", yang sangat bernafaskan punk rock.

Anggota Band:
  • Bagus Dhanar Dhana aka Bagus [Vocal, Bass]
  • Eno Gitara Ryanto aka Eno [Drum]
  • Christopher Bollemeyer aka Coki [Guitar]

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: