Live Review: Soundrenaline 2017

Ulasan acara musik indonesia terbaru dan terlengkap

Penonton di hari pertama Soundrenaline dibuat sibuk dengan banyaknya band yang bermain berdekatan di empat panggung yang berada di arena GWK, Bali. Ribuan penonton menyesaki arena GWK, Bali tempat Soundrenaline 2017 berlangsung. The Adams yang banyak ditunggu penonton tampil di A Stage jam 17.30 dengan lagu-lagu anthem mereka seperti “Halo Beni” dan “Konservatif” yang selalu sukses membuat pecah panggung mereka.

Efek Rumah Kaca yang tampil perdana jam 16.00 di Burst Stage sengaja membawa 7 string section dari Semarang yang membuat lagu-lagu kolosal mereka seperti “Di Udara” dan “Pasar Bisa Diciptakan” makin membuat gulungan emosi menyala. Penonton menyuarakan lirik demi lirik lagu Efek Rumah Kaca dengan fasih dan lantang sore tadi di Soundrenaline. Tak sedikit yang meneteskan air mata diantara penonton saat lagu “Di Udara” mereka kumandangkan, lagu yang dipersembahkan Efek Rumah Kaca untuk almarhum Munir.

Di United We Loud Stage lanjut bergantian Seringai dan Burgerkill yang sukses membuat bumi berpijak di GWK, Bali bergetar! Arian dari Seringai bahkan sempat berpura-pura menjadi band bule dengan mengucapkan “Terimakasih” dengan logat bahasa Inggris yang dibuat-buat seperti kebanyakan band asing yang main di Indonesia. Aksi ini sukses membuat penonton tertawa terbahak.

Jam 23.00 antrian penonton tak terbendung yang ingin menyaksikan kolaborasi memikat Stars and Rabbit serta Bottlesmoker di Slim/Refined Stage. Salah satu proyek kolaborasi paling mendapat respon bagus di musik Indonesia sejak awal tahun 2017 mereka ini. Sebelumnya si cantik Danilla, jagoan folk tanah air Float yang mengayun syahdu dengan lagu-lagunya, dan Mondo Gascaro juga tampil maksimal di panggung berbentuk ampitheater ini.

Jet menjadi salah satu headliner malam ini di Soundrenaline. Pelantun komposisi “Cold Hard Bitch”, “Look What You’ve Done” dan “Are You Gonna Be My Girl” berhasil menjadi salah satu penutup sajian Soundrenaline hari pertama.

Saat pelaksanaan Soundrenaline hari kedua tiba. Tampak segerombolan calon penonton Soundrenaline berdiri di depan pintu utama Garuda Wisnu Kencana, Bali. Mereka bergaya dengan kostum beragam terdiri dari belasan pria dan wanita. Ada yang memakai T-shirt Sheila On 7, Rocket Rockers sampai Dashboard Confessional.

Soundrenaline di hari kedua menawarkan banyak ragam pilihan menu musik. Tak hanya itu ragam mural dan seni visual yang penuh warna indah tergambar di tiap sudut arena GWK, Bali. Menjadi sudut favorit untuk foto dan dipamerkan di akun social media pribadi penonton Soundrenaline.

Di Slim/Refined Stage tampak dibuka oleh si cantik Sandrayati Fay mulai pukul 16.00, yang melantunkan lagu-lagu indahnya. DI lokasi ini lanjut dengan singer songwriter yang tengah menjadi buah bibir, Leanna Rachel memberikan suguhan yang sedap.

Bersaing di Burst Stage juga hadirkan band-band pembuat histeris massal dengan sapuan lirik mereka yang membius hati. Sebut saja aksi Dialog Dini Hari dan Payung Teduh yang menjadi paket kombo penghantar kenikmatan musikal menyambut senja di pulau dewata.

Di jam yang sama di A Stage bergantian Rocket Rockers dengan vokalis Aska membius penonton. “Kami sudah lama tidak main di Soundrenaline.” Katanya dengan nada serius. “Iya kami soalnya band baru, baru berusia 18 tahun!” kata Bisma, pemain bass Rocket Rockers yang disambut tawa penonton. Sebelumnya Davy Jones dan Under The Big Bright Yellow Sun dengan musik post-rock juga tampil di A Stage dengan aksi maksimal mereka.United We Loud Stage tak mau kalah. Rollfast, Joni Agung & Double T, dan supergroup Hellcrust tampil membuat arena ini menjadi membara.

Malam makin ramai dengan tampilnya bergantian Musikimia, /rif, Endank Soekamti, Cults, Rendy Pandugo, Rock & Roll Mafia, Elephant Kind, Goodnight Electric, Musikimia, Barasuara sampai Dashboard Confessional. Juga aksi yang selalu membuat penonton rela menunggu adalah aksi enerjik Kotak, NTRL, dan tentu saja Sheila On 7.

Kolaborasi yang banyak ditunggu di hari kedua Soundrenaline 2017 adalah aksi dari Scaller dan Andien, Glenn Fredly dan Kelompok Penerbang Roket, serta Neonomora dan HMGNC.

Soundrenaline 2017 ini benar-benar menjadi aksi perayaan beragam seni yang menyatu menjadi kekuatan penuh energi. Seperti tagline mereka, United We Loud dengan penampilan berkualitas lebih dari 70 musisi Tanah Air dari berbagai genre dan masa di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali selama dua hari tanggal 9 dan 10 September 2017.

Penampilan perdana Payung Teduh di Soundrenaline serta kolaborasi Glenn Fredly dengan Kelompok Penerbang Roket di United We Loud Stage menjadi salah satu momen terbaik tahun ini. “Atensi dan animo yang sangat besar dari penonton yang hadir membuat kami sangat senang dapat ikut tampil di Soundrenaline. Ini pengalaman yang baru dan seru bagi kami,” kata Muhammad Istiqomah Djamad alias “Is”vokalis Payung Teduh setelah tampil.

Perhelatan musik akbar di Indonesia, Soundrenaline 2017, telah sukses diselenggarakan. Edisi kelima belas dari festival tersebut kembali memberikan pengalaman membekas bagi para penonton yang hadir. Keindahan alam area Garuda Wisnu Kencana dipadukan dengan aksi dari para Jajaran penampil hingga kegiatan interaktif.

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: